KABUPATEN BENGKULU SELATAN – Berawal dari usaha sederhana berjualan es dawet secara keliling, Tesa Detriani bersama suaminya, Selamet, kini mampu mengembangkan usaha minuman tradisional Es Dawet Ayu Pak Selamet menjadi usaha yang semakin modern dan diminati masyarakat.

 

Berlokasi di Desa Padang Kapuk, usaha yang dikelola Tesa dan Selamet tersebut terus mengalami perkembangan setelah mendapatkan dukungan permodalan dari BRI Unit Kota Timur melalui pinjaman sebesar Rp50 juta.

 

Sebelum memperoleh tambahan modal, Es Dawet Ayu Pak Selamet masih dijalankan secara sederhana dengan cara berjualan keliling. Melihat peluang usaha yang semakin terbuka, Tesa dan Selamet kemudian memanfaatkan tambahan modal tersebut untuk menyewa lapak sebagai tempat berjualan sekaligus mengembangkan usaha.

 

Tidak berhenti pada menu es dawet, keduanya juga mulai menambah berbagai pilihan minuman seperti es teh dan es jeruk. Modal yang diperoleh dari BRI turut dimanfaatkan untuk membeli berbagai peralatan penunjang produksi, di antaranya mesin pres, mesin peras jeruk, serta perlengkapan memasak dan produksi es dawet.

 

Dampaknya pun terasa pada kapasitas produksi. Jika sebelumnya Tesa hanya mampu memproduksi sekitar 50 liter es dawet per hari, kini kapasitas produksinya telah meningkat hingga mencapai 100 liter per hari.

 

Selain dukungan permodalan, BRI juga memberikan pendampingan usaha melalui fasilitas pembayaran digital QRIS BRI. Kehadiran pembayaran secara elektronik tersebut semakin memudahkan pelanggan dalam bertransaksi dan mendukung Es Dawet Ayu Pak Selamet untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 

“Dulu kami berjualan keliling, sekarang sudah memiliki tempat berjualan dan produksi juga semakin banyak. Dengan bantuan modal dari BRI, kami bisa membeli peralatan untuk menunjang usaha,” ungkap Tesa.

 

Perjalanan usaha Tesa dan Selamet menjadi bukti bahwa usaha tradisional dapat terus berkembang apabila dikelola dengan tekun, inovatif, dan didukung akses permodalan yang tepat.

 

Dari hasil kerja keras dan konsistensi menjalankan usaha, keduanya kini mulai menikmati hasilnya. Selain usaha yang semakin berkembang, Tesa dan Selamet juga telah mampu memiliki rumah serta tanah kebun dari hasil perjuangan mereka.

 

Bagi Tesa dan Selamet, perjalanan Es Dawet Ayu Pak Selamet bukan sekadar cerita tentang berjualan minuman tradisional, tetapi juga tentang bagaimana sebuah usaha kecil dapat tumbuh secara bertahap dan bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat.

 

Melalui dukungan BRI, usaha tradisional kini menjelma menjadi usaha yang lebih kekinian dan modern, tanpa meninggalkan cita rasa khas yang menjadi kekuatannya.

 

Pemimpin Cabang BRI Kanca Manna, Iif Hudzaifah, menyampaikan bahwa BRI akan terus mendorong pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya melalui dukungan permodalan, pendampingan, serta digitalisasi transaksi.

 

Kisah Tesa dan Selamet menjadi salah satu gambaran nyata bahwa dengan kerja keras, keberanian untuk berkembang, dan dukungan yang tepat, usaha mikro dapat naik kelas dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.