Tanggamus — Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kotaagung berlangsung khidmat, namun menyimpan pesan tegas: pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan integritas di tubuh pemasyarakatan.(Njan Tim gwi)

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan digelar secara resmi dengan latar panggung bertuliskan “Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotaagung dan Pejabat Eselon IV”.

 

Dalam agenda tersebut, Andi Gunawan, A.Md.IP., S.H., M.Si. secara resmi menyerahkan jabatan Kalapas kepada Ruh Harijadi, A.Md.IP., S.Pd.

Acara dihadiri jajaran penting lintas instansi, di antaranya perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Lampung, Staf Ahli Bupati Tanggamus, Kapolres Tanggamus, Dandim 0424/Tanggamus, Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, unsur Forkopimda, BNN Tanggamus, Kapolres Pringsewu, Kepala Lapas Bandar Lampung, Kepala Lapas Krui, Kepala Rutan Kotaagung, serta seluruh pejabat dan pegawai Lapas Kelas IIB Kotaagung.

 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pengelolaan lembaga pemasyarakatan tidak bisa berjalan sendiri.

 

Sinergi lintas sektor menjadi benteng utama dalam menghadapi persoalan klasik yang masih menghantui, mulai dari overkapasitas hingga potensi peredaran narkotika di dalam lapas.

 

Dalam sambutan perpisahannya, Andi Gunawan (Kalapas lama) menekankan bahwa perjalanan membenahi sistem pemasyarakatan bukan perkara mudah. Ia mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

“Pembenahan sudah kita lakukan, namun tantangan ke depan jauh lebih berat. Dibutuhkan komitmen dan ketegasan seluruh jajaran untuk menjaga marwah institusi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ruh Harijadi (Kalapas Kelas IIB Kotaagung yang baru) menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang terhadap pelanggaran, serta siap memperkuat pengawasan internal dan kualitas pembinaan warga binaan.

 

“Ini adalah amanah besar. Kami akan memastikan sistem berjalan sesuai aturan, memperketat pengawasan, dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan,” ujarnya dengan nada tegas.

 

 

Momen pisah sambut ini menjadi lebih dari sekadar pergantian jabatan. Publik kini menaruh harapan sekaligus sorotan: apakah kepemimpinan baru mampu menghadirkan perubahan nyata, atau justru terjebak dalam pola lama yang kerap menjadi sorotan.

 

Dengan estafet kepemimpinan yang telah resmi berpindah, tantangan kini berada di tangan Kalapas yang baru—membuktikan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang dijalankan tanpa kompromi.