BANDAR LAMPUNG – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) resmi menyelenggarakan Mahasabha XIV di Bandar Lampung. Forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi ini mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Raya”.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 170 perwakilan yang terdiri dari peserta delegasi dan peninjau yang berasal dari Pimpinan Daerah (PD) serta Pimpinan Cabang (PC) KMHDI seluruh Indonesia.

 

Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan regenerasi kepemimpinan dengan mengganti Ketua Umum serta jajaran pengurus pusat untuk periode mendatang, guna memastikan keberlanjutan roda organisasi.

 

Ketua Umum PP KMHDI, I Wayan Darmawan, menegaskan bahwa Mahasabha XIV adalah jawaban organisasi terhadap tantangan ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi bangsa saat ini. Ia menekankan pentingnya organisasi mahasiswa untuk tetap produktif dan solutif meski berada di tengah tekanan dinamika global maupun nasional.

 

“Organisasi mahasiswa sejatinya tumbuh dari tekanan dinamika, baik dari dalam maupun luar. Situasi kebangsaan dan ekonomi nasional saat ini tidak boleh memaksa kita untuk berhenti, apalagi menyerah. Mahasabha ke-14 ini harus menjadi momentum untuk merumuskan narasi dan kebijakan organisasi yang berdampak nyata bagi keberlangsungan masa depan umat dan bangsa Indonesia,” ujar Ketua Umum PP KMHDI.

 

Ketua Pelaksana Mahasabha XIV, Gede Eka Yoga Mahendra, menyatakan bahwa terpilihnya Bandar Lampung sebagai lokasi kegiatan merupakan simbol penguatan konsolidasi kader di tingkat nasional.

 

Menurutnya, forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang pembuktian kapasitas intelektual dan soliditas kader.

 

“Mahasabha XIV KMHDI di Bandar Lampung ini adalah ruang pertarungan gagasan sekaligus pembuktian soliditas kader dari seluruh Indonesia untuk menentukan arah organisasi yang lebih progresif dan berdampak bagi bangsa,” jelas Ketua Pelaksana.

 

Rangkaian agenda utama dalam Mahasabha XIV ini diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban untuk mengevaluasi kinerja kepemimpinan periode sebelumnya secara transparan dan menyeluruh.

 

Selanjutnya, forum akan melakukan amandemen serta penyusunan haluan organisasi agar gerak KMHDI tetap relevan dengan tantangan pembangunan nasional ke depan.

 

Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah proses pemilihan Ketua Umum dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) KMHDI yang baru, yang diharapkan mampu membawa semangat progresif bagi organisasi dan kontribusi nyata bagi Indonesia Raya.